Selamat Membagi Cinta (Filantropi)

Pic

Manusia adalah makhuk sosial. Ya saya percaya itu dan semua manusia memang seharusnya seperti itu. Kalo ngomongin teknologi terus dihubungin dengan cara kita besosialisasi, saya really really interest. Ga tau kenapa saya menyukai pertemanan di dunia maya, sama halnya dengan pertemanan di dunia nyatapun ^^. Setiap orang memang kadang berbeda-beda ya persepsinya, mungkin tak elak ada juga yang bilang SKSD atau apalah yang sejenis gitu, yang pada intinya pengen bilang “iih, sok kenal banget sih, atau ihh sok deket, emang kamu siapa?”. Tapi yaudahlah, everyone is free to choose how to socialize, and I definitely appreciate it. Pada intinya yang membuat saya tertarik adalah dengan berbagi pengalaman dan cerita, banyak tau pengalaman orang lain juga bisa jadi pelajaran buat kita kan ^^ its really nice guys, asal kita tau aja cara berteman yang baik itu gimana. Yang mau saya bahas disini adalah ungkapan filantropi.

Banyak yang mengartikan ungkapan ini adalah khusus bagi orang yang dermawan. Orang yang senang membagikan harta bagi kaum yang membutuhkan.  Ya itu benar tapi saya berpikir lain. Saya lebih ngeliat dari akar kata filantropi dari bahasa Yunani, philein, "cinta" dan anthropos, "manusia". Disini saya lebih mengartikan orang-orang yang penuh dengan cinta. Yang penuh semangat membagi cinta kepada orang banyak. Dan cinta itu banyak bentuknya, ga hanya sekedar bentuk hati.
Saya pikir banyak orang di dunia yang lebih memerlukan cinta dibanding apapun, dalam bentuk apapun. Maksud saya orang ga harus ngasi uang ko untuk menjadi “dermawan”. Emang uang itu adalah suatu bentuk cinta yang paling dibutuhkan (mungkin). Tapi buat saya rasa semangat dan kasih sayang yang lebih baik ditonjolkan untuk membantu orang, untuk berderma kepada sesama.

Kemurahan hati yang diberikan dalam bentuk uang adalah hal yang bagus. Hanya saya berpikir, kalo seseorang diberi uang, dia akan puas. Karena uang dan kepuasan adalah suatu hal yang berkaitan namun sulit untuk ditemukan dalam satu titik. Jadi, kalo orang yang membutuhkan dikasi uang, dia akan puas namun bakal sulit diwujudkan lagi. Karena dia cepat puas maka orang itu akan meminta akan segera untuk dipuaskan lagi. Maka dia akan terus meminta uang untuk memenuhi kebutuhannya. Ujung-ujungnya seperti minum air laut aja, makin banyak yang diminum tapi kita selalu makin haus. (ya ga sih?, kedengerannya gitu).
So, saya pikir kita lebih baik menyumbangkan “kemurah hatian” kita dalam bentuk kasih sayang, semangat, dan perhatian. Hal itu yang buat saya dapat memberi energi lebih bagi yang membutuhkan. Ucapan untuk terus berjuang, sentuhan,senyuman, sebuah pelukan, dan hal lain yang bisa kita berikan untuk memberi sinyal bahwa kita memberi perhatian kepada orang itu. Kita mengajari mereka untuk semangat dan berjuang karena dia ga sendiri bukan karena dia ga punya uang. Dan ini yang (mungkin) lebih dibutuhkan oleh orang yang membutuhkan.

Saya berpendapat banyak orang yang kehilangan kebahagian-kebahagian kecil karena menunggu kebahagian besar. Ini aneh, dan kita jangan membuat itu bertambah aneh. Kalo kita ingin membantu keluarkan apapun yang kita punya. Berilah mereka kebahagian kecil yang semoga aja itu bertambah besar di kemudian hari. Contohnya beri seseorang senyuman,beri dia ilmu, beri semangat untuk berkarya dan karena diberi semangat oleh kita dia bahagia dan bisa menciptakan alat untuk membantu yang lainnya. Buat saya ini mungkin, asal kita selalu ikhlas memberi.

The difference between ordinary and extraordinary is that little extra. Maksudnya beri mereka bantuan yang “tidak biasa”. Yang mungkin bisa membuat mereka yang membutuhkan hidup lebih baik.
Selamat ber-filantropi teman..



3 komentar:

  1. berbagi dengan cara apapun, betul sekali.

    BalasHapus
  2. dengan cinta dan kasih itu lebih sederhana mas :)

    BalasHapus
  3. setuju, cukup simple & gak mahal :)

    BalasHapus

Say something :)