My stupid mind

Pic
Entah mengapa  yang sering terbesit di dalam otak saya adalah sepenggalan kata Hubungan, pintu, hikmah, angan-angan, persimpangan, dan berpikir tentang hidup yang bahagia itu sebenarnya seperti apa sih?

Hubungan. Terkadang kita lupa ama yang pernah kita punya. Haha saya hanya tertawa melihat ungkapan itu. Mana pernah kita lupa atas apa yang kita punya. Yang ada kita hanya tidak memprioritaskan hal tersebut di atas yang lainnya. saya yakin, dan saya selalu yakin kalo kita punya banyak pilihan yang udah ditentuin di atas. Kalo saya belok kiri pasti beda ceritanya kalo saya mengambil belok kanan. Lalu apa hubungannya semua ini? Ya, ini pikiran bodoh saya saja.

Pintu. Seseorang bisa saja memberi apa yang kita inginkan, tapi seseorang lainnya dapat memenuhi apa yang kita butuhkan. Ya, sama kaya yang di atas, kita maunya ini, dikasi yang itu. Hahah, bodohnya kita, selalu saja memikirkan kalo pintu itu sudah tertutup buat kita. Padahal katanya kalo satu pintu tertutup maka ada pintu lain yang terbuka. Namun saya masih memandangi dan mengetuk pintu yang sama. Yah, semua masalah keyakinan siyh, makanya saya bilang ini pikiran bodoh saya.

Hikmah. Sewaktu saya menghadapi malam hari, saya senang memandangi terangnya bulan. Namun di saat yang sama saya sedih, apakah esok saya bisa melihat indahnya matahari. Itulah saya PUTRI, terkadang saya  berpikir tak apa meninggalkan sesuatu, toh akhirnya  saya bisa mengambil sesuatu dari apa yang kita tinggalkan itu. Tapi kebanyakan saya malah sulit menerima apa yang saya tinggalkan. Maka itu saya bilang ini salah satu pikiran bodoh.

Angan-angan. Ya, angan-angan saya berkata saya bisa melakukan apa yang saya mau. Saya selalu membayangkan semua hal yang yakin bisa saya raih. Dengan usaha dan ilmu “mind power”, tak sedikitpun keraguan meraih angan-angan saya. Di kenyataan, saya ditampar keras dengan berbagai kejadian yang buat saya tersenyum tiris. Inikah hidup? Ya, siapa yang menjawab ya? Sudah pasti itu lagi-lagi pikiran bodoh saya .

Persimpangan. Sudah 20 tahun 89 hari saya hidup di dunia dan saya menemukan banyak persimpangan. Saya  selalu berpikir keras ketika saya mengambil langkah. Bukan untuk apa-apa, tapi inilah yang sudah digariskan Allah untuk kita. Bertanya, berpikir, dan bertindak dilakukan karena sulit sekali memilih. Lalu apa yang terjadi? saya banyak bertemu jalan beraspal bagus dan pemandangan yang indah di kanan-kiri tapi di ujung jalan saya menyadari ternyata buntu. Lalu saya berpikir lagi, apa pikiran saya yang bodoh ini yang sudah buntu? #entahlah…..

Hidup itu indah. Sekedar omong kosong, gurauan, atau memang indah? saya tidak tahu definisi hidup yang indah bagaimana. Apakah indah ketika orang kaya yang sulit tidurnya padahal beralaskan kasur yang empuk? Atau burukkah orang jalanan yang sampai berdengkur tidurnya saking nyenyaknya padahal tidur beratap langit? Hmm, maka itu saya berpura-pura dengan mengatakan pada diri sendiri bahwa hidup saya indah. And you know? the worst thing is being pretender. Karena semakin memojokkan pikiran bodoh ini.

Diri. Saya  selalu bertanya apakah cara yang paling baik dalam menyelesaikan masalah? Dan banyak jawaban yang  saya  dapat. Lalu saya berpikir lagi, masalah-masalah saya, mengapa saya harus membebankan kepada orang lain. Toh, pada akhirnya saya yang mengambil keputusan. Tapi saat orang bilang pejamkan mata saat kau ingin bernafas lega, saya malah tersedak. Mungkin, karena nafas saya telah bercampur dengan kotornya pikiran bodoh. Dan….dan entah mengapa ….



1 komentar:

Say something :)