Don't be a loner sometimes

Gambar dari sini 
Seseorang dengan tubuh jangkung serta mata sayu dan selalu suka menyendiri meskipun sebenarnya orang sangat suka berada di dekatnya karena dia memang menyenangkan untuk didekati (kataku). Masalahnya dia tidak tega untuk mengatakan bahwa dirinya sebenarnya sangat ingin sendirian dan selalu mencoba melarutkan dirinya pada kesunyian yang murni. Dia selalu saja gagal, gagal membuat orang paham bahwa dirinya lebih suka sendirian.

Dengan menyendiri dia merasa mendapatkan ruang, dia merasa menggenggam waktu dan berdialog dengan dirinya, dengan bayang-bayangnya, dengan napasnya, bahkan dengan mimpi-mimpinya. Semua itu diimpikannya akan memberikan kenikmatan, sama nikmatnya dengan kopi susu yang selalu diminumnya setiap pagi. Sebenarnya hal semacam itu pernah dialaminya, pernah.

Dia torehkan keindahan hening yang diselaminya pada dahan-dahan pohon jambu, tanpa menggoresnya sama sekali, tepat sepuluh tahun yang lalu, ketika dia  masih kanak-kanak. Dia telah mengerti arti keheningan, hanya saja itu menurut persepsinya.

Aku adalah dirimu, mimpimu, keindahanmu, kerinduanmu pada nyanyian ilalang, gemerisik daun bambu, iring-iringan semut hitam merayap di dahan pohon jambu. Tak pernah kau bayangkan betapa semua itu sebenarnya berakhir dengan tiba-tiba dan itu bisa saja sekarang, esok atau bahkan kemarin. Kau tidak bisa menahannya dari kehancuran.

Just the way you are !
Tetaplah tersenyum, mari kita perbaiki *gaya iklan*

14 komentar:

  1. keren banget diksinya, tyulisnanya penuh dengan majas. Tapi sayang gue kurang nangkep makna dari tulisan ini.mungkin ilmu yang diajarkan tom sam cong belum smapai tahap gramatikal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Majasnya saya pake diakhir bang :D entah akhir-akhir ini saya malah sering memperhatikan diksi, sebenarnya mengalir saja seperti yang sebelum-belumnya, anyway thanks ya :D
      itu tom sam cong biksu yang di kera sakti bukan ya?

      Hapus
  2. "Dengan menyendiri dia merasa mendapatkan ruang, dia merasa menggenggam waktu dan berdialog dengan dirinya, dengan bayang-bayangnya, dengan napasnya, bahkan dengan mimpi-mimpinya."
    saya sering melakukan ini.
    rasanya, saya memiliki waktu untuk diriku sendiri.
    dan itu memuaskan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nikmat rasanya kalo sudah bisa berkawan bersama waktu dan diri sendiri :')

      Hapus
  3. Terkadang kita butuh kesendirian meskipun tidak setiap waktu untuk menghayati dan merenungi arti hidup ini.

    BalasHapus
  4. Beberapa orang memang mengalaminya, kesulitan menyampaikan kebutuhannya untuk sendiri, hingga akhirnya yang tersampaikan adalah sesuatu yang sebenarnya tidak perlu terjadi,..

    Mari belajar untuk mengerti akan kebutuhan orang lain :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali mbak armae, sebenarnya kita tidak perlu khawatir ketika seseorang membutuhkan kesendirian untuk beberapa saat (saja), tapi sering kali itu menjadi panjang ketika suatu masalah menimpanya. ini mungkin alasannya seseorang bisa jadi tidak mengerti tentang kebutuhannya akan kesendirian itu ;|

      Hapus
  5. pendek namun penuh makna, kesendirian itu perlu namun jangan berlarut2 takutnya dirasukin pikiran jahat :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maka ada ungkapan "kesendirian yang bermakna" bang. disitu (saat menyendiri) kita benar-benar diuji, bagian diri yang satu dengan bagian diri yang lain akan berdebat (mungkin) saling menanyakan (bertanya-tanya) semoga pikiran baik selalu jadi pemenangnya (selalu) hihihi

      Hapus
  6. Terkadang sendiri itu bagus di saat tertentu. Tetapi berbagi cerita dengan orang di sekitar juga bagus daripada di pendam sendiri.
    :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, setidaknya ada orang yang bersama-sama memikirkan masalah kita itu (maunya) "berdua itu lebih baik" lebih juga lebih baik hehehe

      Hapus
  7. aku sendiri karena aku tak mau fikiranku berkelahi dengan orang lain, sehingga tak perlu ada yang merasa kalah dalam perdebatan.

    the best part :Dengan menyendiri dia merasa mendapatkan ruang, dia merasa menggenggam waktu dan berdialog dengan dirinya, dengan bayang-bayangnya, dengan napasnya, bahkan dengan mimpi-mimpinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nanti dia akan berdebat dengan bagian lain dari dirimu mek :D lihat saja, bahkan perdebatan di gedung MPR kalah deeee hehehe

      Hapus

Say something :)