Cerita di Sudut Memori

Gambar dari sini
Kita pernah menginjakan kaki kita diantara daun-daun kering yang jatuh di musim gugur, sekedar untuk mendengarnya mengeluarkan suara, "kreeeeesss". Diwaktu yang bersamaan kau memintaku memejamkan mataku, dengan tetap mempertahankan langkah yang perlahan itu. Gilanya, angin mau saja membuatku betah dengan pejaman yang terasa asing, sangat!. Kau berusaha meyakinkanku untuk menikmati semuanya . Kita punya dunia tanpa perlu orang lain tahu, tidak ada jejak kaki lain yang mengotori atau bahkan menjadikannya tanda perjalanan ke dunia kita, tidak ada mata nakal yang mengintip tajam, hanya ketenangan, sunyi senyap seperti tak berpenghuni, kehangatan menjalar dari pohon-pohon tua yang berbaris rapat seperti kompak merengkuh kita yang menjadi akrab.

--- Untuk sahabat yang telah lama hilang (Adakah riak-riak kerinduan membawamu sampai ke halaman rumahku?) 

12 komentar:

  1. insya Alloh kalian akan bertemu lagi put :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin mbak syifa, semoga semua yang lagi rindu sahabat dipertemukan :)).

      Hapus
  2. nyentuh banget mbak. salam kenal :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, semoga rindunya juga. salam kenal kembali mbak :)).

      Hapus
  3. jadi ingat sahabat yang sekarang jauh... Kena banget Putri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyakah bun? saya yakin dia menyimpan rindu buat bunda :)

      Hapus
  4. thanks atas info yang telah diberikan pasti bermanfaat dan berguna banget bagi saya thnks yah gan

    BalasHapus
  5. Infonya sungguh sangat berguna pak admin... thanks ya..

    BalasHapus

  6. tulisan yang bagus dan bermanfaat sekali....terimakasih untuk postingannya!

    BalasHapus
  7. nice share, semoga sukses selalu pak!

    BalasHapus

Say something :)