Kurangi angan, perbanyak harapan!

Pic
“When you have lost hope, you have lost everything. And when you think all is lost, when all is dire and bleak, there is always hope.” - Pittacus Lore, I Am Number Four
 
Kedengarannya seperti sebuah mimpi yang harus diwujudkan. Yaahh…
Angan-angan dan harapan? Kedua memiliki definisi yang sangat mirip dalam kamus dan sering digunakan sebagai sinonim untuk satu sama lain, meski demikian saya selalu saja bertanya-tanya perbedaan keduanya. Harapan tampaknya menjadi bias emosional yang dapat menimbulkan korosi rasionalitas. Juga, mengapa termasuk "manusia" berangan-angan tapi tidak berharap?.

Pada awalnya , saya tidak menyadari hal itu, tetapi dulu, saya sangat terjebak dalam "angan-angan" yang saya anggap sebagai definisi harapan (untuk diri sendiri) itu .
Beberapa hari yang lalu saya berbincang dengan teman saya tentang hal ini. Well, Ketika seseorang mengharapkan sesuatu, dia harus mengetahui bahwa harapannya itu akan berkonsekuensi pada tiga hal. Yang pertama adalah mencintai apa yang diharapkan, selanjutnya merasa khawatir ketika kita tidak dapat mewujudkan atau mendapatkan apa yang kita harapkan, dan terakhir yang paling penting adalah berusaha untuk mendapatkan apa yang kita harapkan dengan segala kemampuan yang kita miliki, hati dan pikiran mungkin :""") itulah keyakinan, we need confidence *serius*, sebuah film meski fantasy telah mengajarkan saya tentang the power of keyakinan ini. Setiap kita pasti pernah sangat mencintai sesuatu dan berharap akan mewujudkannya, maka ada quote seperti ini "'Where there's hope, there's  life".
Dan angan-angan? Teman saya berkata lagi bahwa harapan yang tidak disertai satupun dari konsekuensi tiga hal tadi,.. maka itulah angan-angan. Harapan dan angan-angan adalah dua perkara yang berbeda, ternyata.
Berangan-angan itu indah, bukan?
Saya akan bilang iya!. Kita bisa melakukan apa saja, memiliki apa saja yang kita inginkan, kita bisa pergi kemana saja, kita bisa jadi apa sajaaaa...yaah. Teman saya dulu pernah bilang "kebanyakan berkhayal itu bisa bikin kamu menjadi pemalas!", yaah jika kita tenggelam, saya kira.
Ada yang salah dengan berangan-angan? Kata teman saya, tidak ada yang salah, inshaAllah saat angan-angan itu tidak menenggelamkanmu. Yang menjadi masalah adalah, ketika terlena, dan yaah saya setuju dengan pemalas yang pernah disebutkan teman saya dahulu, saat angan-angan itu hanya tinggal dalam angan-angan, imaginasinya saja yang berfungsi, tetapi jasad tidak bergerak!. Jadi, jangan jadikan angan-angan sebagai pilihan satu-satunya untuk memperoleh kebahagian, buatlah harapan, bercita-citalah :""")

Suatu hari, dalam sebuah percakapan :
Teman : Suka dengan musik instrument juga, kenapa?

Saya : Yaaah, saya suka mendengar instrumental sudah lama, entahlah. Rasanya saya tidak harus terpaku karena tidak ada lirik di sana. Di sana saya bisa BEBAS, berpikir apa saja yang saya inginkan. Menjadi apa saja, punya apa saja, pergi ke mana saja, yaah bebas :D


8 komentar:

  1. Aku adalah seorang pengkhayal puuut... aku adalah tukang khayal tingkat tinggi >_<
    bagaimana ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayolah, tidak ada yang salah, kan? yakinkan aku...hhaa
      selagi itu tidak membawa dampak buruk. Mari membuat peta baru, dipikiran kita pit :""D

      Hapus
  2. semoga saja tidaak! haha
    yaa put.. yaaa :D
    aku benar-benar rinduuu!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaah, ini sejak kapan yaaah :")
      aku merindukanmu piitt..

      Hapus
  3. yaa..
    menjadi seorang penghayal memang indah, apalagi jika hayalan itu disertai dengan tindakan nyata kita, maka kitapun tak akan tenggelam dalam hayalan tersebut.

    Inspiratiiff Put.. :D

    BalasHapus

Say something :)