Semangkuk Mie Rebus

Semangkuk mie rebus
(Koleksi Pribadi)
Hari ini saya sangat bahagia, karena semangkuk mie rebus dan cabe rawit.
Entah mengapa kebahagiaan itu serasa mengalir deras di dalam tubuh, mengalir hingga ke hati bahkan seperti berhasil menembus barrier pikiran saya yang paling dalam, salah satu akibatnya hampir mirip dengan efek minum kopi yang berlebihan, jantungmu akan berdetak sedikit lebih cepat dari biasanya, dengarlah, saya merasakannya, efeknya berlangsung satu hari, entah apa sebabnya, saya berharap-harap untuk semangkuk mie setelahnya dalam waktu yang berbeda, tapi tidak.

Ini bukan semangkuk mie pertama saya, saya kira sudah tak terhitung semenjak saya bergelar sebagai mahasiswi dan memutuskan untuk tinggal sendiri..jauh dari ibu dan ayah, yaah indekos. Entah sudah mangkuk keberapa, tapi ini kali pertama saya merasa teramat sangat bersyukur dan bahagia, bedanya adalah tidak ada televisi dengan acara kuis, animasi dan entah entertainment news, tidak ada komik dan majalah anak, tidak ada musik, dan tidak ada teman mengobrol. Cuma saya, di ruangan depan, melipat kaki, sendiri.
Rasa bahagia dan syukur itu kian bertambah seiring dengan berkurangnya mie di mangkok putih kesayangan, bentuknya sedang, jadi kalau sudah melihat makanan dimasukan kedalamnya akan kelihatan mengenyangkan.

Saya berpikir …. “Ada apa dengan pagi ini, kenapa saya bisa begitu bersyukur hanya karena semangkuk mie rebus?”. Bukan mie mahal masa kini seperti mie cha ho fan siram dengan ciri khas kuah kental dengan taburan yang berisikan olahan seafood segar dan baso sapi, bukan steak tebal yang penuh kalori, bukan juga ice cream dan banyak minuman berbagai rasa yang dijual dengan harga (terlalu) tinggi.

Sebenarnya, saya tidak begitu ingin orang-orang tahu soal kebahagiaan ini, tidak ingin juga orang-orang memandang saya dengan iri karena sungguh, apa yang patut diirikan dari semangkuk mie rebus?
Sesekali terlintas dalam pikiran saya, mungkin ini yang dinamakan bahagia. Orang-orang sering mengatakan bahwa “Bahagia itu sederhana”, yah sesederhana saya melahap semangkuk mie rebus dengan cabe rawit pagi ini, sekali lagi tidak ada taburan apa-apa, tidak ada potongan daging ayam, baso sapi atau olahan seafood segar bahkan saya tidak menambahkan daun bawang atau sejenisnya, kebun kecil kami baru saja dipanen minggu kemaren.

Pernahkan kau bahagia hanya karena hal-hal sederhana semacam ini? Atau pernahkah mengalami hal yang sama hanya karena semangkuk mie rebus? Bukan dengan foto makanan lezat di depan mata, bukan karena check in ke tempat-tempat hangout yang hits di Jakarta, apalagi foto-foto travelling bergaya sama.

Bahagia ini hanya untuk saya sendiri tanpa pretensi untuk menunjukannya ke semua orang-orang di dunia, kalaupun ada yang kecipratan saya akan lebih bahagia lagi hehe. Jadi, seberapa sering kita menunjukan bahagia, hanya untuk mendapatkan pengakuan orang lain? Seberapa sering kita memikirkan apa yang dipikirkan orang-orang hingga lupa ada kebahagiaan lain yang lebih penting, yang seharusnya diprioritaskan, yaah bahagia untuk diri kita sendiri ….

Saya yakin pada akhirnya semua akan bermula karena kebahagiaan kita sendiri, bahagia karena hasil dari kebesyukuran kita, mengalir hingga ke hati dan pikiran kita :)

24 komentar:

  1. Bahagia itu sederhana. Sesederhana membaca tulisan ini..

    BalasHapus
    Balasan
    1. aayyee ayyee captain, intel satu dong hhaa

      Hapus
  2. Baiklah, setelah membaca ini saya memutuskan untuk bahagi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayuuuu yang sebentar lagi make toga ni :))

      Hapus
  3. seneng deh bisa mampir dan baca tulisanmu lg put,eh baru sadar belum follow tp dulu kok sering baca yak???abaikan,mari makan mie rebus hahaha

    kapan hari aku sama suami juga niatttttttt banget makan malam bikin pop mie sama kacang atom,duh beneran nikmatnya luar biasa,bahagianyapun luar biasa, sederhana tapi kalau buat hati kita bahagia kenapa tidak,duh jd pingin mi rebusssssss ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbakhan, sedang mengumpulkan semangat ngeblog lagi ni :D yukkah follow atuh wkwkw

      Yah bener mbakhan, yang terpenting ikhlas, bahagia akan mengalir begitu saja. Apalagi makannya bareng seseorang duiihh hihihi

      Hapus
  4. Yeeeaaaahh...

    Bahagia itu memang sederhana.. Bagiku, entah kalau bagimu.. Mungkin bagimu tidak.. Tapi, menurutku itulah kebahagianku..

    Make it simple...!! ^_^

    BalasHapus
  5. Dan.. menulis lagi... mienya bikin mauu...
    haaa put.. masakin satu mangkuk buatku juga...! :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe iyani pitt, pengennya bisa mengisi blog ini terusss :)
      hayu atuh, ke jakarta aku nyetok niii :D :p

      Hapus
    2. nyetok -____-
      eh put.. template kita sama ya? baru ngeh.. whaahaa

      Hapus
    3. Iya, duh kalo sudah dihitung-hitung sudah ada ratusan bungkus mie instan yang aku makan piittt -_-; bayangkan, bagaimana nasibku? tapi tetap saja bandel.
      hihihi iya template kita sama, pas sudah upload baru sadar :D

      Hapus
  6. Cabe rawitnya kagak nahan,,, pagi - pagi makan mie rebus pedes lagi apa tidak ada yang terjadi dengan perutya hehehheee,,,, Apapun makanannya yang terpenting jagalah kesehatan :)
    Karna penyakit itu datangnya dari makanan - makanan juga :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener bener, mengenai hal itu huufftt --; masih sering diceramahi. Sudah tau dampaknya, tapi tetap saja. Terima kasih fan :))

      Hapus
  7. ikut bahagia kalo Putri bahagia ^_^
    bahagia memang sederhana, tergantung dari kita masing-masing,
    hal kecil yang menurut orang biasa pun bisa membuat kita bahagia. contohnya semangkuk mie-nya Putri :)

    ohy, udah sembuh?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah fah :))
      mari memaknai hal-hal kecil.
      Masih nihhh, batuk pileknya bisa lamaaaaaa huhu

      Hapus
    2. Alhamdulillah fah :))
      mari memaknai hal-hal kecil.
      Masih nihhh, batuk pileknya bisa lamaaaaaa huhu

      Hapus
    3. iy put,
      tetaplah memaknai mereka dengan kesederhanaanmu :)

      hohohoho, fahri malah baru start nih flunya :(

      Hapus
  8. saya juga sangat menyukai sekali mie rebus, lumayan buat pengganjal perut dikala malam :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi, ingat kesehatan. Jangan setiap malam, kak :D

      Hapus
  9. Singgah di sini, sejenak tertegun oleh alunan yg meneduhkan.
    Kursor bergerak mencari tahu. Berpinda alamat web, dan kemudian seketika aku jatuh dalam kenangan.

    Ya, bahagia itu sederhana. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaahhh baru liaatt
      yepp bahagia itu sederhanaaaa kak hihi, seperti dikunjungi kak arya misalnya :D

      Hapus
  10. kebahagiaan dalam semangkuk mie. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. kebahagiaan ada di mana mana ternyata yaahh :)

      Hapus

Say something :)