Titip Rindu

"Sssshhhhh, sebentar lagi aku akan mendekat pada awan....akan kubisikan dia. Maka, tak lama hujan jatuh di tempatmu, mengirim rindu."
(Koleksi Pribadi)
Malam ini saya baru saja menyelesaikan modul praktikum pertama untuk minggu besok. Duhhh bulan ini ada dua praktikum yang harus dijalani, jangan sampai laporan bikin mati gaya buat ngelakuin kegiatan-kegiatan lain, jadi malam ini saya putuskan untuk menjaga malam saja. Ahh yah, malam minggu selalu dihabiskan dengan kegiatan-kegiatan yang begini saja (sebenarnya), kalo engga ngerjain tugas biasanya saya dengerin musik, baca buku, nonton film, atau ngumpul sama temen indekos, kalo ga jalan yah makan atau berburu sesuatu. tapi akhir-akhir ini ruang berkumpul sepi, yang biasanya rame kalo lagi main kartu sama monopoli sekarang cuma diisi dengan obrolan ringan seputar berita di televisi atau gosip terhangat selebriti saat jam makan, bersama. Setelahnya bubar, ada yang prepare berangkat kerja dan masuk kamar masing-masing. Kalo engga istirahat tidur (nge-charge) yaah..udah ada yang pada gerjain tugas, paling diskusi sebentar dan mulai fokus (lagi).

Malam ini, saya sedang rindu. Ah...klise, masalahnya manusia sejak jaman nabi barangkali. Perihal rindu yang disimpan diam-diam, rindu yang sulit sekali diutarakan, rindu menyesak-an, rindu yang ingin bebas terbang. Rindu yang seringkali bikin gagal fokus. Serius, saya kurang menguasai reaksi yang satu ini. Beberapa rindu tercipta tanpa harus tau kepada siapa dia akan berlabuh. Ada yang rindu, padahal baru bertemu. Ada yang rindu padahal belum pernah bertemu. Ada yang rindunya tumbuh ditengah-tengah kesakitannya akan seseorang. Ada banyak rindu, tanpa pernah mengerti sebabnya.

Saya sedang rindu. Saya hanya tidak menyangka, semesta nampaknya sedang merancang sesuatu untuk saya. Pertanda? sebetulnya saya tidak mau langsung percaya. Tetapi hal ini terlalu lucu untuk dibilang kebetulan. Tentang beberapa kejadian yang saya alami akhir-akhir ini, tentang kedatangan dan kepergian. Sepertinya benar yang dikatakan orang-orang bahwasannya luka itu selalu datang bersama bahagia, dan saya patut bersyukur karena bahagia sepertinya mampu merawat luka.

Rindu,....semoga ia membawa hal-hal ajaib...

Saya sedang rindu. Saya memutuskan untuk menyuarakan rindu saya walau tak bernama. Sekarang, nafas saya sesak, tiga butir benda ajaib yang  saya minum dua jam yang lalu tak mampu mengusir rindu!
Titip rindu...

7 komentar:

  1. tentang rindu yg acapkali mmbuat hati terombang ambing....selamat pagi..nnti kan kusampaikn titik rindumu pada gemintang....
    kok jd gitu ya komennya hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rindu itu seperti obat mbakhann, ada efek negatif dan positifnya. Kalau sudah overdose, biasanya saya suka kacau huhu
      selamat pagi mbak hann, yaaah titip rindu :))

      Hapus
    2. hahahaha....yg penting jgn overdose mie rebus deh put ^^

      Hapus
  2. suka baca kalimat tentang awan dan hujan itu,
    soalnya di tempatku juga semalam hujan
    barangkali langit yg rindu pada bumi hehe, sampaikan rindunya :)


    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi benar kak, semesta mengajarkan kita tentang bagaimana tabah merawat rindu :)

      Hapus
  3. rindu itu terkadang membuat kita nyesek apalagi yang kita rindukan tidak lagi bersama kita,hemzz

    BalasHapus

Say something :)