(Hanya) Harus Siap

Pic
Di awal-awal tahun kuliah dulu, saya tak pernah terlalu suka tempat ini. Culture-nya, aturan-aturan (yang menurut saya) aneh, atmosfer “patuh”nya, dan lain sebagainya. Tapi di tempat ini.. tempat yang dulu saya tak terlalu suka. Allah mendekati saya, menunjukkan pada saya alangkah indahnya mensyukuri hal dari sisi yang tak biasa. Allah lindungi saya dari hal yang tak pernah disangka dengan memindahkan saya ke Jakarta. Mengenai kehidupan baru ini, saya ditanamkan bahwa setiap manusia memiliki harkat yang kalau tidak salah, tidak boleh bersedia direndahkan. Bahwa saya memiliki hak untuk melawan. Kalaupun perlawanan saya salah dengan mengungkapkan, saya akan menemukan bagaimana jalan pikiran yang benar. Maka ini bukan tidak bersyukur. Saya sungguh bersyukur ada di Jakarta. Saya ungkapkan betapa saya menemukan banyak hal di sini. Ini lebih tentang sebuah rasa terima kasih. Karena pernah Allah izinkan hal-hal ajaib menjadi salah satu bagian dalam kehidupan saya.
Tak terasa, sudah mendekati setahun saya melanjutkan pendidikan setelah sebelumnya selesai di akademi. Skripsi! 
Akhirnya harus dihadapkan lagi dengan tugas akhir yang rasa-rasanya baru saja saya lewati, kadang sepuluh bulan bisa jadi sangat singkat.
Akhir tahun ini banyak yang harus dikerjakan, hati dan pikiran harus benar-benar disiapkan, karena katanya kesempatan itu serupa keberuntungan, jangan disia-siakan. Materikulasi, tugas akhir,bimbingan, seminar hasil sampai sidang kompre (inshaAllah) dikerjakan dalam bulan-bulan terakhir di tahun ini --;. Sebagai mahasiswi konversi, bisa mendapatkan gelar sarjana hanya dalam waktu satu tahun merupakan hadiah rasa bahagia :D

Rasanya, baru kemarin saya duduk di gedung AKFAR. Gedung lima lantai, yang mampu memperlihatkan suasana kota pinggir pantai, pohon cemara, gulungan ombak memutih yang bergaris melengkung kemudian habis digeser angin ke tepi. Gedung putih yang terang. Saya memeluk jurnal-jurnal praktikum dan jas lab sehabis istirahat makan siang, mengenakan seragam celana hijau dan atasan putih dengan jibab senada (Jilbab pertama yang  saya kenakan saat memutuskan untuk berhijab setahun sebelumnya).
Memperhatikan sekitar......
Berjalan di antara pondasi koridor-koridornya. Belajar di antara dinding-dindingnya. Berdiskusi di anak tangga yang menghubungkan dua gedung yang berbeda, masjid dan ruang belajar. Lesehan di depan lab sambil komat kamit baca mantra yang akan diujiankan sebelum memulai praktikum. Berharap-harap cemas apakah hari ini bisa ikut praktikum atau tidak, bahkan dulu saya pernah menangis karena tidak lulus saat tes harian =))
Duduk berpayung pohon ceri (kersen) dengan tajuk yang sangat rimbun, sambil ngoceh dan tertawa menanti dosen mata kuliah praktikum fisika farmasi.
Duduk berlama-lama di ruang KEMA demi mengakses internet (gratis), dan demi tugas akhir juga. Baru kemarin rasanya, saya mengajukan proposal, tulis-cetak-revisi-tulis-cetak-revisi. Kemudian bolak-balik lab buat nge-cek stabilitas formulasi sediaan, mulai dari organoleptis, viskositas, daya sebar, homogenitas, sampe mohon-mohon mencari panelis. Berkaca-kaca dikerjai seorang dosen penguji saat sidang proposal, sampai semuanya berbuah senyuman-manis para pembimbing dan penguji disidang hasil.

Sekarang....
saya duduk di tempat yang lain, tempat yang jauhnya berkilo-kilometer bumi dari tempat dulu yang sering saya duduki.
Alangkah saya ini tidak tahu apa-apa..
Jangankan beberapa hari ke depan. Apa yang akan terjadi semenit lagi saja saya tidak tahu.  Dalam beberapa tahun yang lalu saya memulai sebuah pilihan-pilihan, saya berada pada tempat yang berbeda. Bertemu dengan orang-orang yang berbeda. Bercerita, berdebat, bersorak, berdiskusi, belajar, menyapa, tertawa, menangis, dan berbagi senyum dengan orang yang berbeda. Dalam beberapa bulan, saya pergi ke tempat yang tak pernah  saya duga. Membaca buku-buku yang dulu tak pernah saya tahu akan menjadi bagian dari hidup saya. Membaca mereka, semua yang terasa baru.

Rasa tidak tahu.....
Betapa indah.................

Sekarang, saya mendapati diri saya duduk dengan kesadaran bahwa harus banyak memperbaiki diri, membekali diri.


13 komentar:

  1. Mahasiswa konversi itu maksudnya gimana, mba? Baru denger. Moga skripsinya dimudahkan ya, aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mahasiswa konversi itu maksudnya pindahan mba ila. Jadi entah itu D3 atau mahasiswa yang menutup buku beajarnya di kampus lain kemudian masuk ke kampus yang baru (dipilihnya). Saya asal D3. Jadi mata kuliah di kampus yang lama harus disesuaikan. Makanya kalau ditanya saya semester berapa, suka bingung jawabnya hheee soalnya saya bisa saja masuk semester 2 atau 4 atau bahkan semester pertama tergantung mata kuliah yang telah dikonversikan diawal.
      Aamiin allahumma aamiin, makasih yah mba :)

      Hapus
  2. Heiiii, kamu pasti bisa. Belajar dari yang sebelum-sebelumnya :D

    BalasHapus
  3. Kunjungan pertama..salam kenal ya mb..
    semoga diberi kemudahan dan kelancaran skripsinya ya aaminn..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam, mba enny :)
      terima kasih sudah berkunjung yaaah.
      Terima kasih juga doanya, aamiin allahumma aamiin.

      Hapus
  4. Saya juga baru ngurus skripsi. Hehe...telat setahun sih.... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih baik terlambat daripada tidak semasekali, kan :D

      Hapus
  5. semangatttttt......semoga TAnya cepet kelar ya put^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangatttt *loncat loncat* hihihi aamiin aamiin mbak han, makasyihhh :*

      Hapus
  6. Artikel ini sangat bermanfaat.
    Sambil baca artikel ini, Aku numpang promosi deh !
    Agen Bola, Bandar Bola Online, Situs Taruhan Bola, 7meter

    BalasHapus

Say something :)