Ramadhan Kaya Rasa

Pic
Kemaren di tempat yang berbeda saya merindukan hal-hal yang sedang saya alami sekarang ini. Di rumah, mengerjakan pekerjaan rumah, membantu ibu di dapur, merapikan kamar abang kesayangan, bermain di halaman, tiduran di kamar bersama gendis sambil ngoceh soal kenapa ayah akhir-akhir ini suka sekali makan  makanan bersantan dan ibu yang berkali-kali mengomel karena akhirnya ayah divonis kolesterol . Betapa manis. Saya sudah membayangkan hal-hal yang menyenangkan ini jauh sebelum masa liburan datang. Dan memang sepertinya bukan liburan biasa, karena harus dibayang-bayangi oleh tugas akhir yang saya ceritakan sebelum ini, yaaahh haruskah kenikmatan tak terhingga ini harus menjadi momok yang menakutkan? tidak (seharusnya). Saya bersyukur dan berbahagia. Kesulitan itu pasti ada, dan bukan hanya saya seorang saja yang mengalami ini. Mungkin mata saya terlalu tangkas untuk menangkap kesulitan-kesulitan itu maka sebabnya akhir-akhir ini saya suka berkecil hati. Seperti yang saya katakan, ini adalah kesempatan. Tugas-tugas yang saya kerjakan saat ini adalah kesempatan. Karena memang kesempatan datang bersama kesulitan, itu sebabnya banyak orang termasuk saya sulit mengenalnya. Semangat! *teriak teriak* (jangan bayangkan ekspresinya).
Pada dasarnya manusia memang diperintahkan untuk berusaha, jika ingin mendapatkan sesuatu. Barangkali kita memang magnet, tapi kita tidak pernah tahu "tujuan" kita berada pada kutub yang sama atau justru sebaliknya.

haaiiihhh yah begitulah, ini bukan peryataan menyesal. Kadang ada hal-hal yang sangat kita inginkan tapi justru berubah saat kita telah mendapatkannya. Mungkin ini yang namanya bukan prioritas, mungkin saya tidak betul-betul membutuhkan hal itu, ada yang lain saya rasa dan saya tidak tahu itu. Cukuplah nanti saya temukan sendiri, yah rencana-Nya.

Sudah dua minggu saya beraktifitas di kampung halaman, rumah paling hangat sedunia. Keluarga, yah apalah artinya rumah tanpa kehangatan keluarga di dalamnya. Dengan ramadhan dan segala hikmahnya, saya bersyukur..sekali lagi saya bersyukur. Allah tersayang masih memberi kesempatan untuk bernapas, merindu dan merajut harapan-harapan lagi di ramadhan tahun ini. Ramadhan menurut saya melahirkan banyak momentum. Perjuangan, ada seseorang yang ingin khatam bacaan al-qur'annya lantas mengeja petunjuk-petunjuk hidupnya itu disetiap selesai melaksanakan sholat lima waktu, tapi pada kenyataannya hanya tiga hingga lima 'ain saja yang terlampaui, siangnya berlinang-linang karena menyimak para tahfidz tahfidzah usia dini di stasiun televisi. Perjuangan, pengorbanan, membangun kesadaran, rekronstruksi niat, itiqomah dan masih banyak lagi. Yang saya lakukan memang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang rosul tercinta perjuangkan bersama sahabat-sahabatnya dimasa itu. Adalah kita harus membiasakan semuanya di bulan ini, bahwa ramadhan bukan hanya tentang menghayati rasa haus dan lapar, bukan hanya soal tarawih, sahur dan berbuka, bukan hanya tentang kue dan baju baru, tetapi lebih dari itu. Saya yakin, kita seringkali dijelaskan mengenai hal ini oleh penceramah di masjid menjelang sholat tarawih.

Dan sudah hampir seminggu kita melewati salah satu moment bersejarah untuk bangsa, keriuhan pesta demokrasi yang menyita banyak perhatian dan pikiran. Bukan hanya untuk calon pemimpin bersama pasangannya, tetapi masyarakat juga, termasuk saya, loh!
saya katakan bahwa saya belum pernah sepeduli ini soal menjadi warga negara yang baik dan aktif menggunakan hak politiknya, tapi sepertinya saya terlalu bersemangat. Di sinilah diri kita sebenarnya sedang diuji. Pada saat inilah diri kita sejatinya sedang merasakan makna puasa, pengendalian diri. Mampukah kita sebagai pendukung salah satu capres menahan diri untuk tidak balas mengejek atau menghina? Sanggupkah berpuasa dari membuat update status yang memancing kemarahan pihak lain dan menggantinya dengan kata-kata yang menentramkan hati. Dapatkah kita bersabar dan tidak terpancing untuk menyerang pihak lain yang berbeda pilihan dengan kita?, sungguh..sungguh riuh sekali. Agaknya ada "dosa" kolektif dalam copras capres ini. Kedegilan atau blunder yang dibikin seorang atau bahkan sekian pendukung, mesti ditanggung juga oleh rekan-rekannya. Hanya Allah yang tahu. *sabar menunggu 22 juli*


Juga mengenai pemberitaan yang beragam dan fakta-fakta yang terjadi mengenai penyerangan zionis israel terhadap palestina. Ada yang mengutuk kekejian israel, ada pula yang memprotes keangkuhan amerika, ada pula yang mengkritik pemimpin arab yang pengecut, bahkan ada pula yang tetap konsisten memberitakan hamas sebagai teroris dan biang kerok semua permasalahan ini. Semuanya begitu kompleks dan membingungkan, sehingga banyak orang yang begitu bersedih dan berempati dengan pemandangan gambar-gambar korban dan ledakan, namun sedikit yang mengetahui hakikat permasalahan dan fakta yang shohih di palestina, termasuk juga saya. Mungkin banyak air mata yang mulai mengering, telinga menjadi panas, dan hati serasa jenuh mendengar pemberitaan korban di gaza yang terus bertambah. Tapi kita memang harus terus bicara tentang palestina. Kita harus terus menyuarakan kegelisahan kita, menyampaikan kepedulian kita, atau setidaknya meneriakkan jeritan hati kita melalui takbir dan doa-doa yang terlantunkan. Allah menjawab doa'-do'a kita.

Semoga ramadhan kali ini lebih bermakna, kawan. semoga memperoleh berkah dan maghfiroh. Semangat ;)


5 komentar:

  1. aamiin...barokalloh put,lg mudik berarti^^
    asik2 baca dari atas,eh kok udahan aja ya hehehe....moga TAnya cepat kelar ya^^

    BalasHapus
  2. damai sekali ya mba, ramadhan di kampung halaman

    BalasHapus
  3. haloo.. mohon maap lahir batin ya :D

    BalasHapus
  4. halo put.. sudah lama sekali aku tak kemari. Kehidupan dunia nyata benar-benar menyibukkanku. Padahal belum tentu itu yang benar-benar aku butuhkan..
    AKu memutuskan untuk mengakhiri hiatusku di dunia maya ini. Aku harap kamu juga.. Aku tunggu tulisanmu selanjutnya.

    salam hangat,
    Pita :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. pit aihhhh, "Kehidupan dunia nyata benar-benar menyibukkanku. Padahal belum tentu itu yang benar-benar aku butuhkan.." salam hangatttt bupitkuuuu *love*

      Hapus

Say something :)