(Festival Seperlima) Bertabur Band Indie

26 Okteber silam, saya dan seorang teman menghadiri sebuah festival ..... namanya festival seperlima. Dengan sangat tergesa, saya langsung mencentang sebuah angka 26 di kalender saat pertama kali melihat beritanya di beranda facebook. Awalnya saya tak terlalu mencari tahu mengenai jaringan kerja seperlima ini, sebuah band indie favorite yang saya ikuti laman sosialnya memberitakan bahwa akan tampil pada hari itu, di taman kota yang pernah saya kunjungi tempatnya. Akhirnya niat untuk hadir sudah dibulatkan jauh-jauh hari, kapan lagi nonton pertunjukan musik keren. Beberapa hari sebelum festival, saya baru liat posternya, wuhuuuww ternyata bukan hanya Dialog Dini Hari saja yang tampil, ada banyak. Jadi sesungguhnya, diawal saya cuma pengen liat DDH dan Sore tapi akhirnya larut juga dalam festival keren ini. Sekilas, seperlima adalah jaringan kerja yang terdiri dari Hivos, Pamflet, Pusat Kajian Gender dan Seksualitas Universitas Indonesia, Pusat Keluarga Berencana Indonesia dan Rahima, yang didukung oleh kedutaan Norwegia, yang telah melaksanakan berbagai aktivitas sejak tahun 2012 untuk memperkuat akses anak muda di Indonesia terhadap hak atas informasi dan layanan kesehatan reproduksi dan seksual yang komprehensif. Festival ini punya tema yang asik sekali, "Beda itu biasa". Jadi supaya kegiatan ini menjadi ruang bagi anak muda untuk berkumpul, merayakan perbedaan, dan keberagaman, menghargai kesetaraan dan memaknai lebih jauh hak-hak mereka untuk berekspresi dan memperoleh informasi, terutama akses informasi mengenai tubuh, dan kesehatan tadi. 

Hari itu, acaranya dimulai pukul tiga sore. Paginya saya dan seorang teman ada kegiatan di kampus, sambil berharap-harap cepat selesai saya berfikir untuk pergi sendiri saja, karena teman sedang disibukkan dengan ujian profesi, jadi dia harus cuss ke bandung besoknya. Entah karena tak tega melihat saya pergi sendiri, entah karena tertarik juga akhirnya tibalah kita berdua di taman kota, taman menteng dengan perjanjian langsung pulang setelah menyaksikan performnya DDH hehe  hehe, duhh anak orang diajakin jalan, padahal besok ada ujian serius --;

Minggu yang cerah, tak ada awan, matahari tak ada ibahnya, langit biru membentang di atas kota jakarta, taman hijau menteng di jam segitu masih bikin keringetan daaan yang membuat saya berkecil hati adalah saya lupa membawa benda ajaib, handphone huhu. Setelah melakukan registrasi dan menulis aspirasi pada dua lembar plastic paper yang kemudian digantungkan bersama aspirasi-aspirasi pengunjung lainnya pada untaian tali, kita berkeliling sejenak menghampiri beberapa stand komunitas seperti one billion rising, men care, dan komunitas perempuan, menarik. Wohoyyyaaa yang paling kontras di TKP adalah, panggung keren dengan beberapa band indie yang sedang check sound, beberapa tak saya kenali, tapi saya tahu akan ada banyak perform band keren hari itu. Setelah puas menjawab keingintahuan akan jaringan kerja seperlima, program acara juga makna yang bersembunyi dibalik temanya, akhirnya kami menghampiri bangku kayu panjang yang sudah dijejerkan tak jauh dari depan panggung. Ohh yaahh, karena kelupaan membawa benda kecil nan ajaib satu-satunya akhirnya tak banyak moment yang saya abadikan, beberapa hanya mengandalkan kamera smartphone teman, daann di sini rata-rata saya nyomot di fanpagenya @seperlima, silahkan follow :)


Suasana antrian memasuki tempat kejadian perkara hehe  hehe saya tebak ini sekitar pukul setengah lima sore :D
Gambar oleh @seperlima
Pendaftaran. Festival ini FREE loh kemaren *nyengirnyengir* kita, pengunjung cukup mengisi data seperti nama dan alamat email :)
Gambar oleh @seperlima
Pengunjung dan beberapa stand di belakangnya :)
Gambar oleh @seperlima
Gantungan aspirasi #apalahbahasanya heuheu :D
Gambar oleh @seperlima

Nahhh, kalo ini gambar yang diabadikan oleh saya (dengan kamera handphone teman) dari tempat dimana kami menyamankan diri sampai larut :) hihi keliatan dari yang syepi banget ampe rame banget~
Gambar : Koleksi pribadi
Dengan beberapa cemilan, akhirnya acara musik dimulai. Dibuka oleh folkagogo, kemudian berurutan polkawars, harlan, witches, angsa & serigala, risky summerbee & the honeythief, luky annash, zeke khaseli, tika & the dissidents, dialog dini hari, dan terakhir adalah band sore. Referensi band indie bertambahhh tohhh :)) ini diaaa penampakannya ~


Folkagogo. Saya baru mengenal group ini untuk pertama kalinya hari itu, dan tak ada alasan bagi saya untuk tidak jatuh cinta. Vokal lembut nan merdu dari tiga perempuan manis ini berpadu dengan alat musik yang berbeda-beda dari ketiganya. Ceria :) (Gambar oleh @seperlima)
Polkawars. Juga group yang kelihatan sangat solid di panggung ini, susah untuk tak tertarik,  apalagi  dengan lagunya "tall stories" yang menggema di taman kota, saat itu. Lagu yang paling melekat di ingatan bersama kejadian-kejadian yang mengisi setiap inti detik, bahkan saya masih bisa mencium aromanya, dengan lagu itu :D (Gambar oleh @seperlima)
Harlan, kabarnya beliau adalah tokoh dibalik suksesnya efek rumah kaca, yang menarik adalah mereka selalu menyelipkan candaan dalam setiap aksi panggung namun bukan berarti tak total dalam menunjukan kemampuan bermusiknya. Unik ;) (Gambar oleh @seperlima)
Witches. Serius, perempuan yang menjadi vocalis kereeeennnn banget, energic (T_T)  hari itu mbak vina merangkap sebagai host. You raaawwwkkk guys! (Gambar oleh @seperlima)
Angsa dan serigala. Group ini juga yang menjadi alasan betapa saya ingin sekali menghadiri konser musik yang diadakan oleh seperlima. Sebelum menyaksikan langsung aksi mereka, ada satu-dua lagu mereka yang manteng di playlist hari-hari saya. Perfectly amazing ;) (Gambar oleh @seperlima)
Risky summerbee & the honeythief, ternyata mereka asal yogya. Risky summerbee punya banyak cerita menarik lewat lagu-lagunya :D (Gambar oleh @seperlima)
Luky Annash, musiknya berisikan lagu-lagu dengan tema-tema personal dan lirik abstrak yang termuat dalam jenis musik melintasi klasik, pop, jazz dan rock. Malam itu, rasanya ikut berkeringat ... aksi panggung yang mengejutkan, melankolis, humoris dan juga provokatif. Dia, luky annash sungguh romantis, manis, liar *eh dan penuh emosi. Duhhhh hehe hehe (Gambar oleh @seperlima)
Zeke khaseli, sangat atraktif penuh gimmick tak terduga ;) (Gambar oleh @seperlima)
Tika & the dissidents. Hari itu, tika & the dissidents merupakan perform yang paling ditunggu-tunggu, seketika penasaran hal apa yang membuat banyak pengunjung riuhhh bersorak saat ditanyai siapa yang akan tampil berikut. Malam itu, saya juga baru mengenal perempuan dengan aksi panggung yang sangat menarik itu. Beliau juga seorang penulis lirik dengan ide brilian. Awesome :D (Gambar oleh @seperlima)
Setelaaaahhh sedari siang *halaahh akhirnya melihat langsung perform DDH. Warna vokal bariton yang merdu menyeruak dari dalam luka yang membekas. Mereka, selalu berhasil membangun dinamika nuansa live yang sangat terjaga. Malam itu, semua pemirsa diajak bernyanyi bersama. Merayakan rumah :") (Gambar oleh @seperlima)
Permainan bebunyian vintage dan vokal yang terdengar lirih begitu menarik, SORE yang semakin larut dalam, beginilah akhirnya penutupan festival seperlima. Tak ada yang tak terhibur malam itu  :") (Gambar oleh @seperlima)
(Gambar : Koleksi pribadi)
(Gambar : Koleksi pribadi)

Jadi, malam itu bertabur bintang band indie indonesia nan keren. Diselah-selah aksi mereka, ada juga pemutaran film pendek terkait isu-isu remaja sesuai dengan pesan-pesan yang ingin disampaikan oleh komunitas seperlima sendiri, yang juga termasuk ke dalam program mereka tentunya. Malam itu pemirsa kompak, mulai dari band pertama perfom sampai terakhir semuanya duduk gembira, dan sedikit menggelitik adalah kita semua mesti bolak balik badan karena pemutaran film berada pada sisi yang berbeda, tepat dibelakang saya hoho  hoho. Selesai acara, pemirsa bubar (yaiyalah) :))

Jadi, terlepas dari makna festival seperlima itu sendiri, saya bahagia dapat melihat langsung pertunjukan musik yang diisi oleh band-band indie keren. Melihat fenomena musik Indonesia akhir-akhir ini, kita perlu berbangga karena musik kita telah menjadi tuan rumah di negerinya sendiri, kita tak lagi hanya mendengarkan musik luar negeri seperti yang terjadi pada tahun delapan puluhan dan sembilan puluhan. Pada masa itu banyak band lebih banyak membawakan lagu dari band-band terkenal asal luar dibandingkan musik mereka sendiri. Group-group musik indie mulai bermunculan di kota-kota besar di indonesia dan mereka membawakan serta mendistribusikan musik melalui jaringan mereka sendiri. Saya menyukai mereka, tentang mereka dan tentang bagaimana musik bisa menjadi inspirasi, dan bukan hanya sebagai alat penghanyut *helllaaahh yahhh kurang lebih begitu walaupun lebih banyak menghanyutkan ^^;. Wishlist, kepengen bisa melihat perform payung teduh, bandaneira, float, frau, WSTC dan keluarga-keluarganyaaa yang seabrek itu, bersama ((mu)) teman-teman hehe  hehe

Sekian, salam :)



13 komentar:

  1. Review yang sangat manis, kalo seperlima melihat tulisan ini pasti senang. karena ada tulisan dari sudut pandang penonton..

    Beberapa band akhirnya kukenali setelah membaca review ini, dari pemaparan kayanya band-band indie ini harus jadi list pencarian di soundcloud deh ^^ hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sankyu kak emi :D
      Buruaaann de, tolong kalo ada referensi yang lain silahkan ditulissss juga yaaah hahaha

      Hapus
  2. uwah lengkap banget fotonya, acaranya seru banget tuh
    dari siang sampai malam yah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lengkap, wong nyomot langsung sama yang ngadain acara kak hihihi
      hu'um nyampe hampir tengah malam, dan makin malam makin seruhhh :D

      Hapus
  3. Asiknya yang akhirnya nonton ddh.. haaaa...
    mereka nyanyi pelangi ngga, put?
    coba ya aku di sana.. udah deh kita nonton seru-seruan sambil pelukan.. *saking senangnya*
    haaaaaa >_<

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oia, put. Udah dengerin lagu SOREalist?

      Hapus
    2. Akhirnyaaaa, huhu ingin rasanya kamu ada di sana buuuuu ({})
      Seingatku sihh iyaa, dan tentu tentang rumahku ...
      SORE selalu, tenyata pas nonton langsung itu sesuatu bangettt loh yaahh, gemanya ituuu haisshh

      Hapus
  4. jadi penasaran lagu dan suara mereka,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak hannn, cobalah dengar. dirimu pasti sukaaaaa :*

      Hapus
  5. Haiiiiii salam, temen duduk di taman seperlima:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. wwaahhhhh sebuah kebahagiaan kedatangan tamuuuu tomagguru :)

      Hapus
  6. salam kenal mba putri.. suka frau juga ya?
    mainlah ke jogja mba, frau sering banget main.. bisa lah ntar nonton bareng :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. haeeee mba nisya, ahhh kenapa bisa ga cek komentar ini yahhhh. saya jatuh cinta dengan frau, semoga bisa liat langsung pertunjukannya yaaaah :)

      Hapus

Say something :)