Libur Yang Segera Berakhir

Pic
Sudah hampir tiga bulan menikmati  liburan sejak saya menyelesaikan study sarjana saya di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta, dua bulan saya habiskan di kampung halaman. Dulu, saat sibuk dan penatnya dengan tugas akhir sampai pada akhirnya dinyatakan berhasil dalam seminar penelitian dan sidang komprehensif, ada sebuah kelegahan yang luar biasa hingga senyum kebahagiaan yang tergambar di sebuah foto wisuda bersama keluarga. Bahwa dalam hidup, perjalanan tidak akan pernah selesai, kan. Bagi saya hidup adalah sekumpulan kisah, kita diberi Tuhan satu buku kosong dan berbagai anugerah ajaib untuk mengisinya, menuliskan sebanyak mungkin kisah. Dan yang membuatnya menarik adalah saat kita juga menggoreskan warna di dalamnya, tak akan cukup satu, sebab pelangi indah karena terdiri dari bermacam-macam warna bukan? dan saat di rumah, bersama ibu, saya lebih banyak membaca ulang beberapa kisah-kisah kemudian menangis dan tertawa, dan semuanya indah, Tuhan tidak begitu tidak baik.

Dua bulan di rumah? where has the time gone? saya ngapain aja?, saya teringat dengan seorang teman yang pernah bercerita tentang sebuah buku karya Douwe Draaisma yang berjudul "Why life speeds up as you get older", saya belum pernah membaca bukunya. Dalam buku tersebut Douwe mengatakan bahwa persepsi memori memberikan kesan kepada kita bahwa waktu berjalan lebih cepat atau lambat. Kerja memori kita terhadap fase hidup yang kita anggap menyenangkan atau sangat buruk, waktu akan terasa lama namun berisi. Namun untuk fase hidup yang biasa-biasa saja maka akan teringat samar-samar dalam memori kita dan dianggap berlalu cepat begitu saja. Setelah saya renungkan ternyata ada benarnya juga, dua bulan di rumah adalah hal yang menyenangkan dengan rutinitas keluarga pada umumnya maka ada istilah home is where the heart is, dan saya setuju dengan apa yang dikatan Douwe bahwa hal yang sifatnya rutinitas akan membuat memori kita bekerja lebih sedikit sehingga waktu berjalan begitu cepat, apalagi minggu pertama dan kedua, hingga hari ini menjelang kepulangan ke Jakarta, dua bulan terlalu singkat, rasanya baru kemarin haha duhh. Bagaimanapun juga, Tuhan selalu menyelipkan hal-hal manis kepada saya dan keluarga, termasuk dikepulangan saya kali ini. 

Liburan (anggap saja begitu), semua kejadian-kejadian saat pulang ternyata diluar ekspektasi saya, semua wishlist yang saya catat di buku harian tak berjalan sebagaimana mestinya, namun sekali lagi saya belajar bahwa hal yang ternyata tidak sesuai rencana itu tidak selamanya buruk. Sebaik-baiknya rencana, Tuhan adalah perencana yang paling baik.  Saya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah ketimbang main ke luar atau sekedar jalan-jalan sore. Teman? hehe sepertinya saya sudah masuk ke jaman di mana untuk bertemu teman itu susahnya pake ampun (Kudu make an appointment dulu). Bahwa sekarang saya harus sadar tanggung jawab seseorang semakin lama semakin besar, dan hal itu semakin saya rasakan saat hampir sebulan saya berurusan dengan Rumah Sakit untuk kontrol kesehatan, hampir disetiap pelayanan di rumah sakit saya bertemu dengan teman-teman lagi. Salah satu hikmah dirawat di rumah sakit ternyata, tak ada yang tak menyenangkan. 

Akan selalu ada hal yang dirindukan tentang rumah, tentang saya dan ibu yang berkali-kali mengeluh saat berdiri di depan kaca karena merasa semakin hari semakin gendut saja lantas kalap saat melihat ayah pulang membawa sekantong makanan dan cemilan. Ayah yang sulit sekali menolak setiap kali saya minta dibelikan makanan yang sudah masuk daftar harus dihindari, pernah suatu hari yang sangat menggelitik, ayah tak jujur saat ditanyai oleh ibu mengenai sarapan apa pagi itu, aahh ayah :'). Tentang gendis, adik saya yang selalu mengomel dan risih karena pipinya yang selalu saya cubiti, juga tentang abang abi yang setiap pagi sebelum kerja sibuk dengan burung-burungnya, kurang lebih belasan burung saat itu yang dipelihara dan saat ini hanya tinggal empat ekor saja, hahaha seleksi alam katanya, beberapa dia biarkan terbang bebas begitu saja, sebagian lain diberikan ke-adik sepupu, empat ekor ini katanya punya nilai investasi yang tinggi, aaihh saya tak terlalu paham perihal dunia burung :)). Ada banyak hal-hal manis lain yang membuat saya senyum-senyum sendiri saat mengingatnya.


Dua hari ke depan, saya dan adik sudah tidak di sini, tidak di rumah lagi. Ibu bilang, nanti rumah akan terasa begitu sepi *nyetel lagu banda neira di beranda*, menunggu libur panjang selanjutnya adalah harapan yang membuatnya girang. Ada banyak kisah di tempat yang berbeda.



Never make your home in a place. Make a home for yourself inside your own head. You'll find what you need to furnish it - memory, friends you can trust, love of learning, and other such things. That way it will go with you wherever you journey (Tad Williams)
*sambil mendengar DDH - Tentang Rumahku*


4 komentar:

  1. Dua hari kedepan hendak kembali ke aktivitas semula ya
    semoga liburannya menyenangkan ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, harus menyenangkan, terimakasih :D

      Hapus

Say something :)