Balada Apoteker (Baru)

Picture

Salam,.
Jadi beberapa bulan yang lalu, saya sungguh disibukan dengan peran baru sebagai apoteker fresh graduate yang harus mengurus ini itu bila akan berpraktek di sarana kefarmasian. Iyeeuuuup, apotekersss you should know :'D
Sebelum pelaksanaan sumpah profesi di bulan mei 2016 (Sudah setengah tahun?), saya dan teman-teman capot (calon apoteker - "untung bukan caper!") diberi pembekalan dari Pengurus Ikatan Apoteker Indonesia perihal apa saja yang harus dilakukan Apoteker ketika lulus dari pendidikan profesi. Pembekalan yang berjalan beberapa jam itu terasa menyenangkan dan tidak satupun dari kami yang mecium tanda-tanda keriweuh-an bila nanti mengurusnya di lapangan. Jadi setelah lulus, Apoteker tidak dapat langsung berpraktek tanpa mengurus surat izin praktek sebelumnya. Uhu', balada anak farmasi sudah kuliahnya digembleng, pas lulus? nikmatin :D

Jadi ada yang namanya SIPA dan SIKA. Perlu diketahui terlebih dahulu perbedaan definisi SIPA dan SIKA berdasarkan permenkes 889/MENKES/PER/V/2011, Surat Izin Praktek Apoteker (SIPA) adalah surat izin yang diberikan kepada Apoteker untuk melaksanakan praktik kefarmasian pada fasilitas pelayanan kefarmasian, misalnya Rumah Sakit, Apotek, Klinik, dan Puskesmas. Surat Kerja Apoteker (SIKA) adalah surat izin praktik yang diberikan kepada Apoteker untuk melaksanakan pekerjaan kefarmasian pada fasilitas produksi atau fasilitas distribusi atau penyaluran seperti Industri, PBF (Pedagang Besar Farmasi), etc. Persyaratannya juga tentu akan sedikit berbeda, saya akan sharing sedikit pengalaman saya mengurus SIPA sebagai Apoteker Penanggung Jawab sebuah Klinik Estetika di daerah BSD City yang hingga hari ini belum juga selesai. 

Dan yahhh, pada hari saya dan teman-teman profesi lainnya selesai menjalani sumpah, ada beberapa dokumen yang langsung kami terima dan beberapa langsung ditandatangani di tempat oleh Ketua Komite Farmasi Nasional dan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia.
Diantaranya :
a. Surat Tanda Registrasi Apoteker (STRA)
b. Pernyataan Sumpah/Janji*) Apoteker
c. Sertifikat Kompetensi Apoteker

Nah, ketiga dokumen ini adalah awal dari persyaratan selanjutnya dalam mengurus surat izin praktek apoteker. Seperti STRA misalnya, beberapa teman apoteker yang mengurus sendiri ke KFN akan lebih terasa ribetnya. Tapi setahu saya saat ini setiap universitas telah mengurus secara kolektif mahasiswa profesinya, sehingga saat lulus semua mahasiswa sudah menerima STRA-nya dengan senyum gembirrrr(a). Syelamat, perjalanan anda masih panjang, kisanak! hak-hak~

Uhum, baiklah. Setelah memiliki ketiga dokumen itu, selanjutnya adalah mengajukan formulir KTA yang bisa diunduh di websitenya IAI. Karena saya lulusan apoteker daerah DKI Jakarta, maka segala prosesnya di jalani di PD-IAI DKI, sedangkan teman-teman yang selanjutnya akan berpraktek di luar DKI harus juga mengurus surat lolos butuh yang di keluarkan oleh PD-IAI daerah dimana teman-teman menjalani profesi yang selanjutnya menjadi syarat mutasi di PD-IAI tempat teman-teman akan melaksanakan praktek. KTA ini adalah bukti bahwa kita sudah terdaftar sebagai anggota IAI, dengan adanya KTA, kita baru bisa mengajukan surat rekomendasi. Namun pada prosesnya pengajuan KTA dan surat rekomendasi ini bisa dilakukan secara bersamaan.
Syarat pengajuan KTA:
a. Fotocopy Ijazah Sarjana Farmasi yang dilegalisir.
b. Fotocopy Ijazah Profesi Apoteker yang dilegalisir.
c. Fotocopy Surat Sumpah Apoteker 2 lembar yang dilegalisir.
d. Fotocopy STRA 2 lembar.
e. 2 lembar Fotocopy KTP.
f. Surat Pernyataan bermaterai Kesanggupan mematuhi dan melaksanakan Sumpah/ Janji
Apoteker, Kode Etik Profesi Apoteker, Peraturan Perundang undangan di bidang Farmasi
dan Peraturan Organisasi (Form bisa diunduh di website IAI).
g. Fotocopy bukti pembayaran iuran anggota untuk 3 tahun pertama dan pembuatan KTA (hanya bagi yang belum mempunyai KTA).
h. Surat keterangan dari universitas bahwa sedang tidak berpraktek di sarana kefarmasian lain (Biasanya untuk fresh graduate).
h. Pas Photo berwarna terbaru ukuran 4x6 (1 lembar) dan 3x4 (2 lembar).

Biaya yang dikeluarkan: Rp. 410.000

Setelah terdaftar menjadi anggota, selanjutnya adalah mengurus surat rekomendasi di PD-IAI tempat kita berpraktek. Jadi, sejak awal saya memang sudah berencana untuk kerja di Jakarta, sehingga sebelum liburan pasca graduation saya dan teman-teman berinisiatif untuk membuat KTA terlebih dahulu. Beberapa teman yang kembali ke daerahnya tentu mengurus juga surat mutasi (Lolos Butuh). Daaan taraaa, saya sudah punya KTA dari PD-IAI DKI Jakarta.

7 September, saya kembali ke Jakarta untuk memenuhi panggilan kerja. Setelah menjalani serangkaian perekrutan, saya sudah dapat menebak wilayah penempatan nantinya setelah training. Seminggu menjalani training di klinik pusat, akhirnya saya ditempatkan di klinik cabang BSD City, Tangerang Selatan. Hubaaaaa, BSD? the first thought that goes throught my mind  adalah lagi-lagi perihal "PINDAH" dan beberapa hal yang saya khawatirkan di dalamnya.
Karena saya belum pernah ke daerah ini sama sekali, jadilah saya agak sedikit bingung harus memulai dari mana, mulai dari searching2 lokasi, angkutan umum, daannn kemudian terlintas di pikiran untuk menghubungi salah seorang teman yang kebetulan tinggal di daerah Tangerang, tepatnya Ciputat ujungan dikit (Lupa nama daerah khususnya) haha setelah saya info alamat klinik ternyata dia ngeh wilayahnya, karena memang berada di jalur yang biasa dia lalui saat berangkat kerja di daerah Alam Sutera.
Sebelum penempatan saya izin sehari untuk mengurus LOLOS BUTUH. Yeepppp, karena saya akan praktek di Tangerang, maka saya harus terdaftar di IAI Banten. Seperti yang tadi sudah saya ceritakan, saya kembali ke PD-IAI DKI untuk meminta surat rekomendasi mutasi, syaratnya sama dengan pengajuan KTA, hanya ditambah fotocopy KTA. Proses mengumpulkan syarat ini sempat sedikit terhambat beberapa hari, karena saya harus meminta surat mutasi dari kampus yang tidak ternyata tidak bisa beres dalam satu hari sebab harus ditandatangani oleh Dekan yang kebetulan sedang sibuk (meski memohon). Akhirnya tetap saja, surat lolos butuh tak bisa diselesaikan hari itu juga, meski raga sudah bolak balik kosan-kampus-PD IAI, what a life!

20 September, segala kekhawatiran perihal "PINDAH" memudar. Saya menikmati segala hal baru yang saya temui. Ditengah pekerjaan, saya mengatur jadwal untuk mengurus surat mutasi ke Jakarta. Finally, setelah keluar seharian penuh i got my Lolos Butuh haha senang sekali sudah melewati satu tahapan yang terkadang belum ada apa-apanya untuk sampai ke tahapan akhir. Ndak papaa, i looove myself kalo kata Kirana *lahh haha

Okay, sudah dapat lolos butuh selanjutnya apa lagi?
Setelah mutasi dari Jakarta, selanjutnya kita mengajukan permohonan menjadi anggota IAI di wilayah kita berpraktek, dalam kasus saya adalah IAI Banten. Setelah chit chat dengan sejawat yang telah lebih dulu praktek di daerah Tangerang, jadilah saya disarankan untuk menghubungi langsung pengurus IAI Banten.
Syarat Surat Permohonan:
a. Surat Lolos Butuh (Asli) dari PD-IAI sebelumnya.
b. FC STRA.
c. FC Sertifikat Kompetensi.
d. FC KTA 
e. FC KTP Tangerang/ Keterangan Domisili Tangerang ( Aloww pak RT, aloww pak RW) hhee.
f. Surat Pencabutan SIPA?SIKA atau keterangan resign dari tempat sebelumnya (-)
g. Surat Keterangan Kerja di tempat yang baru.
h. Surat Pernyataan SIPA tidak digunakan di sarana kefarmasian lainnya.
i. Bukti transfer biaya administrasi.

Biaya yang dikeluarkan: Rp. 110.000

Berkas saya kirimkan, dan akan diproses satu minggu setelahnya. Nahhhhh, proses di perjalanan pengambilan lolos butuh ini sungguh luar biasaaa haha barangkali tidak ada pekerjaan yang benar-benar sulit, hanya saja cara kita menyelesaikannya, cara kita membuat pilihan yang memberi kesan pekerjaan itu menjadi begitu rumit. Pelajaran, sekali lagi.

Setelah mendapat surat lolos butuh dari PD-IAI Banten, selanjutnya?
Setelah mendapat lolos butuh Banten, berikutnya barulah mengajukan surat rekomendasi IAI PC-Tangerang Selatan yang alhamdulillah lokasi kerjanya tidak jauh dari Klinik, sebuah Rumah Sakit di BSD City. Setelah berhasil dihubungi dan mengatur janji, maka ini syaratnya:
1. Form Permohonan.
2. Fotocopy KTP/Keterangan domisili (2)
3. Fotocopy Ijazah Apoteker (2)
4. Fotocopy KTA/Keterangan Anggota (Nah ini kasusnya, saya sekalian bikin KTA dan surat rekom).
5. Mengisi form anggota.
6. Bukti pembayaran iuran anggota.
7. Fotocopy akta notaris/perjanjian kerja sama bagi Apoteker Penanggung Jawab. Fotocopy Akta Notaris Perjanjian Kerjasama sesuai peraturan yang berlaku yaitu PP 51/ 2009. PMK 889/ 2011, Peraturan Kefarmasian lain sesuai lingkup kerja profesinya serta Peraturan Organisasi IAI yang berlaku untuk masa kerjasama minimal sampai masa berlaku STRA. (Khusus bagi pegawai tetap Pemerintah/BUMN di pekerjaan kefarmasian pada sarananya hanya diperlukan SK penetapan sebagai Apoteker Penanggung Jawab, tidak perlu akte Notaris).
8. Fotocopy STRA (2)
9. Study Kelayakan (Apotek Baru).
10. Surat Lolos Butuh PD-IAI Banten.
11. Sertifikat Kompetensi.
12. Foto 2x3 Berwarna (2)
13. Surat Pernyataan bermaterai Kesanggupan mematuhi dan melaksanakan Sumpah/ Janji Apoteker, Kode Etik Profesi Apoteker, Peraturan Perundang undangan di bidang Farmasi dan Peraturan Organisasi (Form diunduh di website IAI).
14. Surat Pernyataan bermaterai pemberian imbal jasa beserta fasilitasnya.

Biaya yang dikeluarkan : Rp. 680.000 (Daftar anggota, iuran dua tahun, dan biaya rekomendasi)

Surat rekomendasi akan diproses selama paling lambat dua minggu, walapun pada kenyataannya tidak bisa lebih cepat huhu. Setelah menunggu selama dua minggu, akhirnya saya mendapat pemberitahuan bahwa surat rekomendasi sudah bisa diambil, akhirnya saya mengatur waktu untuk briefing bersama Ibu Dewi (Pengurus Cabang IAI Tangsel) dannnn yeayy finally i got my rekomendasi :D

Afterall, barulah kita mengurus SIPA (Surat Izin Praktek Apoteker). Selesai berurusan dengan PD-IAI dan PC-IAI, selanjutnya semua persyaratan izin praktek diajukan ke Dinas Kesehatan.
Syarat:
1. Fotocopy STRA yang dilegalisir oleh KFN yang masih berlaku.
2. Surat pernyataan mempunyai tempat praktik profesi atau surat keterangan dari pimpinan fasilitas Pelayanan Kefarmasian atau dari pimpinan produksi atau distribusi/penyaluran.
3. Surat rekomendasi dari Organisasi profesi sesuai wilayah tempat praktik.
4. Pas foto berwarna terbaru ukuran 4 x 6 cm (3 lembar) dan 3 x 4 cm (2 lembar).
5. Surat izin dari pimpinan instansi/sarana pelayanan kesehatan dimana Apoteker dimaksud bekerja (khusus bagi Apoteker yang berpraktik /bekerja di sarana pelayanan kesehatan pemerintah atau sarana pelayanan kesehatan yang ditunjuk pemerintah).
6. Fotocopy KTP.
7. Melampirkan SIPA yang lama bila ingin memperpanjang SIPA.
8. Melampirkan Fotocopy Izin Sarana untuk yang berpraktik/bekerja di sarana (kecuali RS dan sarana pelayanan kesehatan yang ditunjuk pemerintah).

Jadi, perjalanan saya sebetulnya hanya sebatas mengurus surat rekomendasi dari PC-IAI Tangsel saja. Sedangkan perizinan selanjutnya diurus oleh officer klinik, saya hanya diminta mengumpulkan dokumen yang menjadi persyaratan pengurusan SIPA.
Hasil dari berbincang dengan teman-teman sejawat yang berpraktek di daerah yang berbeda, ternyata ada beberapa persyaratan yang terkadang berbeda termasuk biaya administrasi, namun persyaratan dasar yang telah diatur dalam peraturan organisasi tentu ada. Jadi, semuanya tergantung bagaimana kita menyelesaikannya. Saya sendiri merasa begitu ribet di persyaratan dan terutama di perjalanan raganya haha, pernah suatu hari saya pulang tengah malam karena ketinggalan kereta dari tangerang saat mengambil surat rekomendasi, kehujanan di jalan hingga kuyuuuup, tapi beruntungnya saya selalu bertemu orang-orang baik yang ingin membantu, alhamdulillah rizki Allah ^^.
Ini belum seberapa, cerita lain seorang teman yang menjadi Penanggung Jawab sebuah klinik yang baru berdiri juga sama curahan hatinya. Haha, tapi lagi lagi ini seruh, mungkin akan lebih seruh lagi kalo nanti di bawah nama sudah tertera rentetan nomor SIPA. To bee soon :D
Salam senyum selalu.


7 komentar:

  1. Balasan
    1. mbahannnn hihi
      iyanih, perjalanan yang lumayan panjang.

      Hapus
  2. Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
    Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kbagi.com untuk info selengkapnya.

    Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

    BalasHapus
  3. Makasi ka..
    Informasinya sangatt lengkap..
    Saya juga (calon) apoteker.. :p
    Oya ka, mau tanya dong bedanya surat lolos butuh sama surat mutasi apa ya..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallooo, iya sama-sama terimakasih sudah mampir :)
      sama saja sebenernya, cuma kalo di komunitas disebutnya lolos butuh.

      Hapus
  4. Bagaimana jika sudah memberikan sipa tp surat ijin klinik belum jadi? Saya sudah digantungin kliniknya semua saya urus sendiri biayanya juga 6 bln lebih tdk ada konpensasi padahal sipa disana dan saya tidak bs cari kerja d tempat lain? Apa yg harus sy lakukan?

    BalasHapus
  5. assalamualaikum

    halo mba salam kenal, apakah ada teman mba yg berminat jd apoteker PJ klinik pratama?bisa tolong infokan ke adelstars29@yahoo.co.uk

    BalasHapus

Say something :)