My First Rafting (Citarik, Sukabumi ID)

Salam,
Selain dari rafting pertama saya, perjalanan beberapa bulan yang lalu (yahhh latepost lagi) juga merupakan company gathering pertama yang saya ikuti bersama teman-teman klinik dari berbagai cabang se-Jabodetabek dan Bandung. Masih di bulan Desember, kegiatan gathering ini merupakan acara rutin akhir tahun yang dikemas dengan tema dan agenda kegiatan yang yaaahhhh seperti pada umumnya, yang membedakan tentu bagaimana cara kita menikmatinya saja dan chemistry yang ada di dalamnya (opini).

Singkat cerita, kegiatan berlangsung selama dua hari satuww malam, ada beberapa titik berkumpul. Saya dan teman-teman klinik BSD berkumpul di klinik cabang Ciledug beserta beberapa cabang lain yang berlokasi di Tangerang pada Minggu pagi. Perjalanan berlangsung selama kurang lebih 5 jam dan sungguh track yang dilalui ketika berada di Sukabumi benar-benar memacu adrenalin, jalanan kecil, berkelok, turunan yang curam dan tebingan yang pada akhirnya berhasil membuat satu bus kami menyerah dan personelnya harus dipindahkan ke bus-bus lainnya. Warbiasaaa, arung jeram darat ini namanya hha.

Okay, setibanya di lokasi, peserta gathering disambut hangat oleh hujan gerimis yang berujung deras para EO di lapangan (Caldera Citarik Sukabumi) tepatnya di Aula terbuka yang unik dan alami sekali. Setelah acara pembukaan yang disambung oleh makan siang dan bersantai sejenak, jadilah kita mencari personel pembagian pondokan yang telah dibagikan jauh sebelum acara ini berlangsung. Pondokannya lucu, konsepnya benar-benar cozy dan back to nature, belum lagi suasana malam dengan lampu temaram dan pantulan warna alami dari bangunannya yang berasal dari kayu, bambu, dan bebatuan juga atapnya yang berbentuk rumbai-rumbai tanaman (yang entah namanya). Terdiri dari dua lantai, dengan dua kamar mandi modern di bawah yang bersih, satu pondok bisa dihuni hingga 30 orang (tepatnya ini jumlah personil di pondokan saya). Setiap orang diberikan kasur, bantal dan selimut tebal yang dibariskan berjejer dan berhadapan, walaupun pondokan ini terbuka (cuma ditutup tirai) tidak perlu khawatir akan kedinginan, karena selimutnya beneran tebal haha belum lagi disediakan minuman kopi teh unlimit yang diracik sendiri.

Setelah istirahat, sholat dan makan siang, semua berkumpul di area yang telah disiapkan oleh EO, sebuah lapangan hijau nan luas dan beberapa games seru yang siap dimainkan oleh tiap kelompok. Ah yahhh fyi klinik cabang saya konon selalu mendapat juara tiapkali diadakan perlobaan antar cabang hahaha. Tahun ini, BSD lagi-lagi mendapat reward games dan pertunjukan yang diadakan pada malam harinya, semacam pementasan. Dan ini seru! sayang saya tidak sempat mengabadikan banyak momen karena baterai handpone yang kritis.


Opening.
Pic : dlclinique
Foto Bersama Sebelum Playtime
Pic: dlclinique
Ready for more games!
Pic: Koleksi Pribadi (Febrina)

Game punishment! owwwhhh 
Pic: dlclinique

Lets work together in harmony!
Pic; dlclinique

video
At a glance
Video: Koleksi Pribadi

Esoknya, kami memulai kegiatan dengan senam pagi dan sarapan selanjutnya ahaaaaa Rafting Time!!!!!.
Dengan membentuk tim yang beranggotakan 5 orang, kebetulan tim dibagi berdasarkan pondokan sehingga saya hari itu akan ber-arung-jeram dengan empat teman apoteker yang berasal dari klinik cabang yang berbeda. Wocessssssss dapat kloter pertama yang terdiri dari kurang lebih 10 boat yang berangkat bersama namun bergilir. Sebelumnya kami  mengantri dan dibantu mengenakan perlengkapan keamanan seperti helm, pelampung and of courseeeee the most important equipment of rafting ialah paddle atau pengayuh hhha disini pastikan kalo kita sudah benar-benar mengenakan perlengkapan standar dengan benar yaahh?. Setelah semua personel kloter pertama siap, selanjutnya adalah mendengarkan pengarahan dari sang ahli penakluk sungai Citarik, mulai dari kode-kode yang diberikan hingga hal apa yang harus dan tidak boleh dilakukan saat ber-arung-jeram.
Well well, semua dilakukan agar rafting terasa aman dan menyenangkan. First of all, ketua pemandu hari itu memperkenalkan sungai yang akan dilalui, mulai dari deras arus, panjang sungai, jenis-jenis bebatuan dan zona-zona ekstrem yang ada di sungai Citarik ini tentunya, kenapo? ini yang akan ngebantu kita mengetahui medan yang akan dihadapi. Selanjutnya ketua pemandu juga memastikan bahwa semua personel telah diberi amunisi (alias sarapan) dan melakukan pemanasan untuk melenturkan otot behhh. Selain kode-kode yang akan menuntun selama petualangan, pemandu juga menjelaskan hal apa yang dilakukan bila nanti terjadi suatu kejadian yang seru tidak diinginkan seperti boat terbalik misalnya atau ada personel yang keluar area boat alias ngejungkel, intinya adalah jangan panik, karena sikap panik ini yang justru membuat kita terbawa arus (katanya), terussss kudu piye? ya fokus saja sama pengarahan pemandu yang akan segera beraksi :D

Here we are!
Pic : DL Clinique
Ngomong-ngomong soal kode yang tadi saya sampaikan, ini diaaaaa.... dengarkan dengan seksama agar petualangan tak hanya seru dan juga menyenangkan, safety is the first and most important thing in this game. Ah yaahhh, hari itu guide kami Kang Imam namanya. Saat kang imam bilang "Maju" artinya semua personel harus mendayung boat ke belakang dan sebaliknya saat Kang Imam bilang "Mundur" artinya kita harus mendayung ke depan. Saat ada seruan "Pindah Kiri" artinya personel yang duduk di sebelah kanan boat pindah ke kiri, juga sebaliknya bila "Pindah Kanan" personel yang duduk di sebelah kiri pindah ke kanan, hal ini berguna untuk menjaga keseimbangan boat saat arus menerjang dari berbagai arah. Ini diaaaa "Bump!!" saat Kang Imam mengeluarkan kata ini, itu artinya kita harus menunduk/duduk di lantai boat, kode ini digunakan saat ada tanaman di sisi sungai yang menghalangi perjalanan dan track yang curam.


Majuuuu!
Pic : Koleksi Pribadi
Yang belakang tegaaaang hahaha
Pic : Koleksi Pribadi

Ekspresi uncontrol, antara takut jaga keseimbangan sama pengen narsis depan kamera haha
Pic : Koleksi Pribadi

Nah kalo ini ekspresi bahagia abis ngelewatin arus curam
Pic : Koleksi Pribadi
Dua jam sungguh terasa lebih cepat, sungai Citarik yang menjadi track rafting hari itu adalah 9 km, yang terdiri dari 21 jeram. And guess what?, 21 jeram ini ternyata punya nama yang cukup unik diantaranya ada yang namanya jeram kincir (karena dahulu ada kincir angin yang dibuat oleh Belanda di pinggir sungai), jeram batu kutil (Kenapa kutil? haha katanya karena ada sebuah batu yang nyembul mirip kutil, tapi kenapa mesti kutil yah kenapa ga adeng aja sekalian kan item haha), ada jeram bali (konon, ada instruktur bali yang pernah kecebur di sana), kemudian ada yang namanya which way (karena di bawahnya terdapat dua jalur, hahahaha saat berada di jalur ini saya seketika ingat sebuah scene film "Vacation" saat Rusty berarung jeram bersama keluarganya dan dipandu oleh Charlie day yang konyol. Dan masih banyak lagi jeram-jeram lainnya yang tidak hanya memiliki nama yang unik, tapi juga menegangkan saat dilewati.

After two hour, akhirnya kita tiba di garis finish. tidak lupa mengucap syukur kepada Tuhan dan terimakasih kepada Kang Imam atas keseruan selama terombang ambing di arus deras. Setelah turun boat, kita disuguhkan air kelapa muda yang kaya ion dan dipersilahkan untuk beristirahat sejenak sebelum akhirnya diantarkan kembali ke cottage menggunakan mobil pick up. After all jangan lupa untuk minum air hangat dan gunakan minyak kayu putih, menyesuaikan kondisi cuaca saja sebenarnya, kebetulan saat itu sedang musim hujan dan suhunya sangat dingin. Sehabis rafting, kami beristirahat makan siang, dilanjutkan dengan penutupan acara dan berkemas kembali ke Jakarta setelahnya.


Well, kalo ada yang bertanya perihal reaksi saya dan ada yang ngajakin seru-seruan lagi sama olahraga yang ngeboost adrenalin ini, i will hehehe mendingan ini deh ketibang kora-kora di ancol *ehhh haha.


Akhirnya, bicara soal rafting ada banyak hal yang bisa didapat dan tentu bermanfaat baik secara fisik maupun mental. Rafting ternyata dapat melatih kekuatan otot tubuh serta baik untuk kesehatan jantung dan paru-paru. Bagaimana bisa? Kekuatan otot tubuh akan mengalirkan oksigen ke pembuluh darah dan jantung akan memompa dengan lebih cepat, ini melatih kekuatan otot jantung, jadi ada baiknya merasa cemas dan khawatir, olahraga jantung ceritanya haha sedangkan untuk paru-paru sendiri, yahhhh bersyukurlah karna sungai yang menjadi medan rafting ini tidak berada di tengah kota haha. Secara mental sendiri, rafting membantu merelaksasikan pikiran (Ini terasa saat berjalan kaki menuju sungai menyusuri jalanan kecil yang tidak dapat dilalui oleh kendaraan, pemandangannya asri sekali, nyumiiii), menghilangkan stress (untuk orang-orang kalem seperti saya yang jarang ekspresif soal perasaan, berteriak dan menjadi excited sunguh menyenangkan), melawan rasa takut, serta melatih kekompakan dan kerja sama tim. Mungkin masih banyak lagi, tergantung kita yang merasakan, saya kira. Jadi, kapan rafting lagi? hehe
Wassalam.

2 komentar:

  1. Fotonya Desember 2016. Postingnya Maret 2017.
    Roaaaaaaamiiiinnggg. Wkwkwk

    BalasHapus

Say something :)